Wonosari,(suaragunungkidul.net) — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Gunungkidul, memastikan bahwa rekomendasi DPP PKS untuk mengusung Sutrisna Wibawa – Sumanto akan turun pekan depan. Hanya kepastian tanggal berapa turunya surat tersebut belum diketahui.
Disampaikan Ketua DPD PKS Gunungkidul, Tri Iwan Isbumaryani mengaku, dengan adanya surat rekomendasi tersebut, maka dapat dipastikan DPD PKS tidak akan meninggalkan koalisi dengan Nasdem dan Gerindra.
“Kalau surat keluar ya, lampu hijau sudah terang benderang. Kalau kemarin masih redup. Kami nanti kemudian akan melakukan konsolidasi pemenangan,” Kata Tri Iwan, 04/08/2024.
Ketua DPD PKS menambahkan, PKS, Nasdem dan Gerindra optimis memenangi Pilkada Gunungkidul 2024. Hal itu bukan tanpa dasar, sebab DPD PKS telah mendengar narasi kuat yang berkembang di akar rumput bahwa perlu adanya perubahan dan perbaikan. “2024 Ganti Bupati” katanya.
Sementara dalam bincang – bincang dengan sekretaris DPC PDI P Gunungkidul, Warto terkait koalisi PDI P dengan Partai lain, Warto mengaku hingga hari ini. PDI P baru melakukan penandatanganan dengan Partai Demokrat. Belum ada kesepakatan apapun dengan partai politik lain.
Disinggung siapa calon Bupati yang akan diusung PDI P, Warto menegaskan, bahwa DPC PDI P Gunungkidul Mengusung Ketua DPC PDI P, Endah Subekti Kuntariningsih. Endah juga telah mendaftar lewat internal PDI P.
Selain Endah, KRT Joko Parwoto juga mendaftar lewat PDI P. Apabila ia ingin berpasangan dengan Endah dalam Pilkada 2024, maka Joko harus diusung partai lain.
“Informasi yang saya dapat, Joko Parwoto mau lewat PKB. Mau lewat Golkar pun belum tentu, masih banyak kemungkinan,” kata Warto.
Adapun informasi dari berbagai sumber Joko Parwoto telah mengikuti proper test di DPP PKB, Dia juga mengikuti pendaftaran penjaringan di DPD Golkar.
Terpisah Ketua DPD Golkar Gunungkidul, Heri Nugroho menyampaikan bahwa nama Joko Parwoto masuk dalam alternatif pasangan calon (Paslon) yang akan di survey Golkar.
Alternatif paslon tersebut yaitu, Sunaryanto – Joko Parwoto, Endah Subekti – Joko Parwoto, Sutrisno Wibowo – Sumanto, Sunaryanta – Mahmud Ardi Widanto, Endah Subekti – Mahmud Ardi, atau juga Sunaryanta – Heri Nugroho.