Wonosari, (suaragunungkidul.net) — Pusat kota Gunungkidul meriah dengan gelaran Fashion Show on The Street dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-195 Kabupaten Gunungkidul dan Hari Batik Nasional. Acara ini menampilkan karya batik dari 50 desainer, termasuk siswa SMK Tata Busana, dan 50 model.
Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menyebut acara ini sebagai ruang ekspresi kreatif bagi desainer, model, pelaku UMKM, dan masyarakat luas.
“Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi kreatif untuk menampilkan karya batik di ruang terbuka sehingga lebih dekat dan merakyat,” ujarnya. Batik bukan hanya identitas budaya, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
Joko Parwoto memberikan apresiasi tinggi kepada desainer, model, pelaku UMKM, dan perajin batik. “Semua masyarakat yang terlibat dalam Gebyar Batik, Ayo Membatik, Bazaar UMKM, dan Pasar Murah saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang besar,” paparnya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Kabupaten Gunungkidul, Supartono, menyebut kegiatan tahun ini lebih dekat dengan masyarakat.
“Yang ikut ada sekitar 35 desainer dengan tema bebas. Karena konsepnya Fashion Show on The Street, pakaian yang diperagakan juga bisa dipakai sehari-hari,” jelasnya.
Pihaknya juga melibatkan siswa SMK se-Gunungkidul untuk berkreasi dan mencintai batik sejak dini.