Tepus,(Suara-News.net)—-Prihatin, hanya kata itu yang bisa terucap saat mendengar kejadian Gantung diri di Gunungkidul, tiada henti cobaan yang menerpa daerah Kabupaten Gunungkidul kasus yang menjadi momok yaitu gantung diri.
Kejadian ironis dan jarak waktu yang tidak terlalu jauh antara kejadian pertama dan kedua terjadi di Padukuhan Pudak, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, sebelumnya 20/03/2023 tewas gantung diri L (75) warga RT 07 di Padukuhan Pudak, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, lalu 30/03/2023 di RT 02 Padukuhan Pudak kembali ditemukan S (66) tewas karena gantung diri di pohon waru.
Pengakuan salah satu warga yang namanya enggan disebut menjelaskan apabila di Padukuhan Pudak, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus belum ada 2 minggu sudah ditemukan 2 warga yang tewas karena gantung diri, dari dua kejadian, motif keduanya rela mengakhiri hidupnya dengan gantung diri hampir sama yaitu Sakit menahun yang tidak kunjung sembuh.
“Belum ada dua minggu dua kejadian, dan motifnya karena sakit menahun tidak sembuh – sembuh,” ujar warga yang namanya enggan di publikasikan.
Senada dengan warga, Dukuh Padukuhan Pudak, Hendro saat dihubungi melalui jaringan telpon 01/04/2023, membenarkan kejadian tersebut, Hendro mengaku apabila motif dari warga nekad gantung diri karena Sakit keras dan tidak sembuh – sembuh, dan saat ini pelaku sudah di kuburkan dari hasil cek fisik Kepolisian dan tim medis tidak ditemukan kejanggalan langsung diserahkan ke keluarga untuk dikuburkan.
“Benar mas, saat ini sudah di serahkan pihak keluarga karena dari hasil pemeriksaan tim medis dan kepolisian tidak ditemukan kejanggalan, motifnya karena memiliki sakit keras yang tidak sembuh – sembuh,” singkat Hendro.