Nglipar, (SUARAGUNUNGKIDUL.NET) — Metutup tahun 2023 kasus gantung diri kembali terjadi, dari kejadian – kejadian sebelumnya terjadinya Gandir di wilayah Gunungkidul terjadi di awal bulan, akhir bulan maupun awal tahun dan akhir tahun, fenomena tersebut belum dapat diungkap oleh berbagai pihak.
Selama tahun 2023 puluhan kali terjadi kasus Gandir, dan mayoritas penyebabnya adalah ekonomi dan sakit manahun yang tak kunjung sembuh, namun hingga saat ini belum ada ditemukan apa penyebab pasti maraknya kasus Gandir di wilayah Gunungkidul.
Seperti Kasus Gandir yang terjadi 30/12/2023 di Wilayah Kapanewon Nglipar, seorang laki – laki berinisial K (69) ditemukan tewas gantung diri di Kebun jati samping rumahnya, mengunakan tali tambang berwarna hijau K ditemukan oleh anaknya sendiri sekira pukul 5.30 WIB.
Informasi yang disampaikan Kapolsek Nglipar AKP Sutarjo Sabtu,30/12/2023 bahwa pihak kepolisian menerima laporan sekira Pukul 06.00 WIB, mendapat laporan, petugas jaga bersama tim medis Puskesmas 1 Nglipar Mendatangi Tempat Kejadian Perkara ( TKP ).
Setelah melakukan penyelidikan dan olah TKP, dan tim medis melakukan pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda – tanda penganiayaan dapat disimpulkan bahwa K dipastikan tewas karena gantung diri di kuatkan juga dengan keterangan pihak keluarga bahwa K memiliki riwayat penyakit asam lambung bertahun – tahun dan tak kunjung sembuh.
“Tidak ditemukan tanda – tanda penganiayaan, ditambah keterangan keluarga bahwa yang bersangkutan memiliki penyakit asam lambung yang tak kunjung sembuh, sehingga dipastikan bahwa korban nekat mengakhiri hidupnya karena sakit tersebut,” ujar Kapolsek
Setelah semua proses penyelidikan dan oleh TKP juga pemeriksaan tim medis tidak ditemukan adanya tanda – tanda penganiayaan maka jasad korban langsung diserahkan pihak keluarga untuk dikuburkan.
Menutup keterangannya Kapolsek Nglipar AKP Sutarjo menyampaikan pesan kepada masyarakat agar masyarakat bisa lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, jangan biarkan pikiran kosong, gunakan waktu kosong untuk beraktifitas agar tidak dimasukin hal – hal negatif.
“Lebih dekatkan diri kepada Tuhan, gunakan waktu luang untuk beraktifitas ringan jangan sampai pikiran kosong, agar tidak dimasukin pikiran negatif,” tutupnya.