timbul
pan
gokar1
kalurahan kanigoro
kalurahan ngloro
raji property
pasang iklan

Ratusan Siswa di Gunungkidul Mengalami Keracunan Makanan

October 29, 2025 09:32
Foto : Bupati Gunungkidul Saat Meninjau langsung siswa keracunan makanan di Puskesmas Saptosari
rt1

Saptosari, (suaragunungkidul.net) — Ratusan siswa di Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (28/10/2025). 

Berdasarkan keterangan Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, saat konferensi pers, sebanyak 476 siswa SMK N 1 Saptosari dan 186 siswa SMPN 1 Saptosari mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, dan lemas.

Selain siswa, sekitar 10 guru dan karyawan sekolah juga dilaporkan mengalami gejala serupa setelah ikut mencicipi makanan yang sama. Sebanyak 33 siswa izin tidak masuk sekolah, sehingga belum terkonfirmasi apakah juga terdampak atau tidak.

“Berdasarkan data yang kami peroleh, Siswa SMKN 1 Saptosari 476 siswa, SMPN 1 186, Guru 10 orang dan 33 siswa izin tidak masuk sekolah, sehingga belum terkonfirmasi apakah karena terdampak atau tidak,” kata Mbak Endah, Rabu (29/10/2025).

Dinas Kesehatan Gunungkidul langsung mengambil sampel makanan dari penyedia di SPPG Planjan, Kapanewon Saptosari, untuk diuji di laboratorium. Hasil uji tersebut akan menjadi dasar penentuan penyebab pasti keracunan massal ini. Pemerintah daerah berjanji akan mengevaluasi sistem pengawasan dan distribusi makanan, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Kemarin anak saya masih sehat, tapi malamnya bilang mual. Pagi tadi saya dikabari kalau dia sudah dibawa ke puskesmas,” ujar salah satu wali murid SMKN 1 Saptosari, yang namanya keberatan dipublikasikan.

Hingga Rabu sore, kondisi sebagian besar siswa dilaporkan mulai membaik. Meski demikian, tim medis masih terus memantau perkembangan kesehatan para korban selama 24 jam ke depan.

“Saat malam ada beberapa anak yang mengeluh mual dan perutnya tidak enak, tapi kami baru sadar jumlahnya banyak ketika pagi harinya hampir semua mengeluh hal yang sama,” ujar salah satu guru SMKN 1 Saptosari. 

Pihak sekolah segera menghubungi Puskesmas Saptosari untuk memberikan penanganan medis. Namun, karena jumlah korban terus bertambah, sebagian siswa dari SMPN 1 Saptosari akhirnya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

TAG in
pasang iklan
REKOMENDASI ANDA
BERITA TERBARU