Wonosari, (SUARAGUNUNGKIDUL.NET) — Dinas Pendidikan Gunungkidul hingga saat belum mengambil tindakan apapun atas dugaan prilaku mesum oleh Kepala Sekolah Dasar di Kapanewon Ponjong.
Saat dihubungi melalui jaringan telpon Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul Taufik Aminudin selalu berdalih keluar kantor, dan saat dikonfirmasi terkait dugaan kepala sekolah mesum tidak menjawab, salah satu pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul Wahyudi saat dihubungi melalui jaringan telpon meminta wartawan langsung ke kantor.
“Informasinya sudah ditangani mas, jenengan langsung ke kantor saja,” singkat Wahyudi.
Sementara Sekolah dimana B menjadi Kepala Sekolah, saat disambangi terlihat biasa dan proses belajar mengajar masih berjalan normal, namun beberapa guru saat memberi keterangan kepada wartawan terlihat takut bahkan mewanti – wanti agar namanya tidak dipublikasikan, para guru mengaku apabila B saat ini sedang cek up ke rumah sakit.
“Beliau cek up, tadi masuk namun izin mau berobat, untuk belajar mengajar normal tidak terpengaruh dengan isu tersebut, kami juga mau membuka berita media online takut, untuk wali murid tidak ada gejolak apapun,” ujar salah seorang guru yang namanya enggan di publikasikan.
Dengan isu yang beredar dugaan kepala sekolah mesum hingga saat ini belum ada tindakan apapun dari Dinas Pendidikan Gunungkidul, bahkan kepala sekolah masih aktif masuk dan memimpin proses belajar mengajar di sekolah tersebut, dikuatkan oleh penjelasan beberapa guru yang mengajar di sana.
Perlu diketahui munculnya isu kepala sekolah diduga mesum pertama kali muncul saat mendekati Pileg 14 Februari 2024, beralasan meminta bantuan wali murid untuk mencarikan suara untuk caleg yang kepala sekolah dukung, pertemuan dilakukan di sebuah rumah kosong yang pemiliknya pindah rumah mengikuti suaminya di kalurahan berbeda namun masih satu kepanewon.
Tidak terima rumahnya digunakan untuk pertemuan dua orang lawan jenis yang diduga menjalin hubungan asmara, pemilik rumah yang diketahui bernama Ria mengklarifikasi kepada M, bukan menjawab klarifikasi Ria, M malah memblokir nomor wa Ria, sedangkan B oknum kepala sekolah saat dihubungi wartawan mengaku bahwa pertemuanya dengan M di rumah kosong berkaitan dengan caleg.
Sementara salah satu tetangga Ria pernah mendengar pengakuan M bahwa hubunganya denga B sudah berlangsung lama, akan tetapi saat di rumah kosong (milik Ria) mereka hanya berciuman, dari kronologi tersebut dapat di simpulkan bahwa B melakukan dua kesalahan yang sudah seharusnya mendapat sanksi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul. Kesalahan dimaksud dugaan mesum dan menjadi tim sukses caleg.