Semin, (suaragunungkidul.net) – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama Kodim 0730/GK menutup program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke‑126 di Rest Area Padukuhan Bangunsari, Candirejo, Semin. Upacara yang berlangsung pukul 09.00–10.00 WIB dihadiri sekitar 500 peserta, termasuk Forkopimda, anggota TNI, pejabat daerah, dan warga setempat.
“Program TMMD bertujuan mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat ketahanan nasional,” kata Brigjen TNI Bambang Sujarwo, Danrem 072/Pamungkas, saat membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat.
TMMD ke‑126, yang dilaksanakan serentak sejak 8 Oktober hingga 6 November 2025 di 50 kabupaten/kota, meliputi pembangunan fisik (jalan, jembatan, plat duiker, pos kamling, rehab rumah tidak layak huni, MCK, tempat ibadah, sumur bor, penanaman pohon) serta bantuan sosial dan program penurunan stunting. Selain itu, kegiatan non‑fisik meliputi penyuluhan, sosialisasi, dan pelatihan keterampilan, termasuk program unggulan TNI AD seperti Ketahanan Pangan, TNI Manunggal Air, dan “Bersatu dengan Alam”.
Letkol Inf Roni Hermawan, Dandim 0730/Gunungkidul, selaku penanggung jawab, menambahkan:
“Semangat gotong‑royong yang terbangun selama TMMD harus terus dipelihara. Masyarakat diminta menjaga hasil pembangunan agar dapat dimanfaatkan jangka panjang.” singkatnya.
Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto turut hadir, menegaskan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan ketahanan nasional di Gunungkidul.
“Kami selalu menghatapkan agar sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat semakin kuat guna mewujudkan pemerataan pembangunan di Kabupaten Gunungkidul,” kata Wakil Bupati.
Penutupan TMMD ke‑126 menandai langkah lanjut dalam memperkuat kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Gunungkidul.