Patuk (suaragunungkidul.net) — Kabupaten Gunungkidul telah melalui tahap verifikasi lanjutan pada 26 Agustus 2025 dan dinyatakan lolos bersama Kabupaten Sleman sebagai wakil dari Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menuju Penghargaan Swasti Saba kategori Wistara.
Dalam sambutanya, Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto menyambut baik sekaligus merasa bersyukur atas kepercayaan Pemerintah Pusat terhadap Kabupaten Gunungkidul mewakili DI Yogyakarta bersama Kabupaten Sleman sebagai Kabupaten sehat 2025.
“Hal ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kita semua. Program Kabupaten Sehat sejalan dengan visi Gunungkidul, yaitu Terwujudnya Masyarakat Adil Makmur, Lestari, dan Berkeadaban, dengan salah satu prioritas utama yakni Warga Sehat,” kata Joko. Ia juga menekankan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pentahelix antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.
Ketua Tim Verifikasi Lapangan, Nastiyawati menyampaikan bahwa penghargaan Swasti Saba memiliki tiga tingkatan. Menurutnya Kabupaten Gunungkidul, menargetkan penghargaan tertinggi yakni Swasti Saba Wisata.
“Penghargaan Swasti Saba memiliki tiga tingkatan, yakni Padapa, Wiwerda, dan Wistara. Penilaian dilakukan secara holistik berdasarkan indikator kesehatan lingkungan, kualitas hidup, dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan daerah sehat,” ujar Nastiyawati. Gunungkidul sendiri menargetkan penghargaan tertinggi, yakni Swasti Saba Wistara.
Selama dua hari, Tim Verifikator akan meninjau berbagai inovasi dan prakarsa masyarakat di sejumlah tatanan kehidupan sehat, termasuk :
– Posyandu : Pelayanan kesehatan untuk ibu dan anak
– SPALD-T : Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat
– Bank Sampah : Pengelolaan sampah yang efektif dan efisien
– Pasar Sehat : Pasar yang memenuhi standar kesehatan dan keselamatan
– Peternakan dan Industri Olahan : Pengembangan peternakan dan industri olahan yang sehat dan berkelanjutan
– Kawasan Wisata Nglanggeran : Pengembangan wisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan
– Program Transportasi Ramah Anak : Pengembangan transportasi yang aman dan nyaman untuk anak-anak
– Upaya Perlindungan Sosial dan Kesiapsiagaan Bencana : Upaya melindungi masyarakat dari bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan.