Rongkop, (suaragunungkidul.het) — Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, mengumumkan bahwa program inovatif untuk mempercepat penurunan stunting di Gunungkidul, seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dan Gerakan Ayah Teladan, telah membuahkan hasil yang maksimal. Penurunan prevalensi stunting di Gunungkidul tercatat signifikan, dari 22,2% pada tahun 2023 menjadi 19,7% pada tahun 2024, dan turun lagi menjadi 16,62% pada tahun 2025.
“Pencapaian ini sungguh luar biasa,” kata Joko Parwoto dalam peluncuran Program Genting di Kapanewon Rongkop pada Kamis (30/10/2025).
Joko Parwoto juga menekankan pentingnya konvergensi dan kekompakan antara pemerintah, masyarakat, lembaga, dan perusahaan dalam mengentaskan masalah stunting. “Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga tantangan pembangunan manusia dan investasi masa depan yang perlu kita pahami bersama,” tegasnya.
Program Genting telah diresmikan di 18 Kapanewon, dengan Rongkop menjadi lokasi terakhir. Joko Parwoto menjelaskan bahwa program ini memiliki dampak yang sangat baik karena mampu mendorong partisipasi masyarakat, komunitas, hingga perusahaan untuk menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting.
“Di sini peran orang tua asuh kita hadirkan, mereka berkomitmen memberikan bantuan gizi dan pendampingan langsung warga yang berisiko stunting,” paparnya.
Panewu Kapanewon Rongkop, Edy Sedono, menambahkan bahwa pencegahan stunting di wilayahnya dilakukan oleh berbagai elemen, termasuk pendampingan calon pengantin, pendampingan ibu hamil, pemberian makanan tambahan, hingga pemenuhan air bersih masyarakat.
“Aplikasi Elsimil kita gunakan, posko konseling kita ada, pemberian tambah darah bagi remaja putri hingga sosialisasi kesehatan reproduksi semuanya sudah kita laksanakan,” papar Edy.
Ia juga menekankan bahwa meningkatnya jumlah orang tua asuh menjadi salah satu hal yang paling menonjol dalam upaya pencegahan stunting di Kapanewon Rongkop.