timbul
pan
gokar1
disparbaner
nasdembnr
fraksi nasdem gk
kalurahan kanigoro
kalurahan ngloro
raji property
kalurahan tepus
nataru candirejo
pasang iklan

Tim Peneliti UGM Mulai Menelusuri Gua di JJLS Planjan, Lurah Muryono Berharap Gua Yang Ditemukan Jadi Destinasi Wisata Planjan

October 24, 2024 00:54
rt1

Saptosari,(suaragunungkidul.net) — Tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai melakukan penelusuran gua yang ditemukan di Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) Planjan, Kapanewon Spatosari, Rabu, 23/10/2024.

Tim Peneliti yang dipimpin oleh Guru Besar Ilmu Geomorfologi Fakultas Geografi UGM, Prof Eko Haryono, menjelaskan bahwa pihaknya butuh waktu tiga hari untuk melakukan penelitian, satu hari di dalam gua dan dua hari di luar gua.

Hasil penelitian ini sebagai masukan untuk Dinas Pekerjaan Umum, Pedumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY dan tim perencanaan jalan mengenai kondisi mulut hingga ketebalan atap gua.

Prof Eko juga, akan memetakan sistem perguaan di lokasi, apakah ada rongga di bagian bawah gua atau tidak. Tim juga akan melakukan pengukuran terhadao kekuatan batuan di dalam dan luar gua.

“Kita butuh waktu tiga hari, satu hari di dalam gua, dan dua hari di luar gua, hasil dari penelitian akan kami sampaikan ke DPUPESDM DIY, sebagai masukan,” kata Prof Eko, Rabu, 23/10/2024 kepada saat ditanya wartawan di lokasi penemuan gua.

Lebih jauh, Prof Eko menjelaskan pula bahwa pihaknya hanya diminta untuk memetakan gua seberapa luasnya. Ia berharap gua dapat dimasuki sampai lokasi gua paling bawah. Tim juga menggunakan alat bantu berupa metode geofisika.

Wartawan yang berada di lokasi melihat bahwa mulut gua yang sebelumnya di tutup menggunakan material batuan di bongkar menggunakan eksvator. Ketika mulut gua terbuka, tampak stalaktit dan stalagmit terlihat di dalamnya. Untuk tim peneliti masuk ke dalam gua sekira pukul 16.15 WIB.

Sebelum melakukan penelitian di lokasi gua yang ditemukan di JJLS Planja, Prof Eko sebelumnya sempat menerangkan bahwa, Gunungkidul merupakan kawasan karst yang tersusun atas batuan kapur berpori. Pembentukan gua memang banyak di wilayah Gunungkidul, karena ada aktifitas pelarutan.

Prof Eko memastikan, gua tersebut (gua di JJLS Planjan) memiliki potensi sebagai objek wisata. Akan tetapi, ujar Prof Eko perlu ada penelitian atau kajian mengenai daya dukung dan kapasitas gua untuk dimasuki pengunjung dalam waktu tertentu.

Diminta tanggapannya, Lurah Planjan Muryono Asih Sulistyo, yang berada di lokasi saat Tim peneliti UGM melakukan penelitian, berharap  agar gua dapat dipertahankan. Ia mengakui bahwa selama ini Planjan hanya menjadi jalur lintas wisatawan. Muryono meminta agar gua yang ditemukan di JJLS Planjan, memjadi destinasi wisata kalurahan Planjan.

“Kalurahan Planjan selama ini hanya menjadi jalur lintasan wisatawan, dengan adanya gua di wilayah Planjan, kami berharap gua tersebut menjadi salah satu destinasi  wisata Planjan,” singkatnya.

TAG in
pasang iklan
REKOMENDASI ANDA
BERITA TERBARU