Tepus,(SUARAGUNUNGKIDUL.NET) — Melonjaknya pengunjung kawasan pantai Gunungkidul diikuti pula melonjaknya sampah di kawasan pantai Gunungkidul. Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Kabupaten Gunungkidul menyapaikan bahwa sampah di kawasan pantai dapat mencapai 2.145 ton per hari. Dengan begitu dalam satu bulan, tonase sampah dapat menyentuh lebih dari 66.495 ton.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Antonius Hari Sukmono mengatakan total tonase dua bulan pertama 2024 saja menyentuh angka 126.54 ton.
Sementara Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul mempunyai target 136.205 pengunjung. Dan dari jumlah 70 % diantaranya diprediksi akan memadati kawasan pantai.
Dengan demikian, peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas masyarakat selama libur panjang akan berdampak pada timbunan sampah sampah di Gunungkidul.
Selama April 2023, sampah dari kawasan pantai mencapai 51.48 ton. Apabila waktu satu tahun, total sampah dari kawasan pantai mencapai 788.18 ton. Rata – rata tonase sampah mencapai 2.16 ton per hari.
Melihat kondisi demikian, DLH kabupaten Gunungkidul melalui UPT Kebersihan Pertanaman akan terus monitoring lonjakan sampah. Sampah di kawasan pantai nanti akan dibawa ke dua TPS Reuse Reduce Recycle ( TPS3R ) yang terletak di Kalaurahan Kemadang dan Tepus. Keberadaan dua TPS3R yersebut sangat membantu karena TPAS Wukirsari berada 23 Kilometer dari kawasan pantai.
“Monitoring timbulan sampah nanti lewat UPT Kebersiahn dan Peetamanan, Data – data lewat UPT,” ujar Hari saat dihubungi melalui jaringan telpon.
Dihubungi terpisah lurah Kemadang Sutono mengakui keberadaan TPS3R sangat membantu pengelolaan sampah di wilayahnya terutama dari kawasan pantai, untuk pengelolaanya oleh BUMDes.
“Sangat membantu jelas, terutama sampah dari kawasan pantai, untuk pengelolaan TPS3R di kelola oleh BUMDes,” singkatnya.
Kalurahan Kemadang sendiri memiliki banyak pantai seperti Baron, Kukup, Mesra, Nglolang, Sepanjang hingga Watu Kodok.