Wonosari,(suaragunungkidul.net) — Sektor pariwisata masih menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Kabupaten Gunungkidul. Sampai pertengahan 2024, PAD dari sektor ini mencapai Rp 16 meliar. Nilai tersebut melebihi 50% dari target PAD sebesar Rp 28 Meliar hingga Desember 2024.
PAD hingga belasan meliar rupiah ini diperoleh dari jumlah kunjungan wisatawan di objek – objek wisata di Gunungkidul. Pantai masih mendominasi kunjungan wisata di Bumi Handayani selama beberapa bulan terakhir disusul kawasan lain, namun nilainya jauh dibandingkan kawasan pantai.
Catatan Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, sebanyak 1.5 juta orang mengunjungi berbagai tempat wisata di Gunungkidul. Baik dari luar daerah maupun masyarakat lokal.
Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Gunungkidul, Supriyanta menjelaskan, Dispar menargetkan pengunjung wisata di Gunungkidul hingga akhir tahun mencapai 2.6 juta orang. Untuk Pos Retribusi kawasan Pantai Baron, saat ini tercatat sudah diangka 172 ribu kunjungan, dengan PAD Rp 2.5 miliar.
“Pos kawasan Pantai Baron saja tercatat sudah 172 ribu kunjungan, tercatat PAD Rp 2.5 miliar belum pos lain,” ujar Supriyanta, 03/07/2024.
Sementara untuk Pos JJLS, Supriyanta menambahkan, sudah 161 ribu pengunjung, dengan PAD Rp 2.3 miliar. Pos Timang (Purwodadi) tercatat 147 ribu kunjungan, dengan PAD Rp 1.1 Miliar. Akan tetapi di akui Supriyanta kunjungan ke gua masih rendah.
Seperti di Gua Cerme, pengunjung tercatat hanya 410 pengunjung dengan PAD Rp 1.1 juta. Lokasi perbatasan antara Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul menjadi faktor penyebab rendahnya angka kunjungan.
“Karena wisata gua, merupakan daya tarik wisata minat khusus,” sambungnya.
Dalam rangka meningkatkan kunjungan wisata, pihak Dispar Gunungkidul menggelar berbagai event. Salah satu event yang sedang digelar adalah Geopark Nigth Specta 6.0, yang di gelar di Gunung Api Purba Nglanggeran.
“Kami berupaya untuk meningkatkan pengunjung dengan berbagai event dan promosi yang akan di gelar tahun ini,” tambahnya.
Selain berbagai event, Dispar juga bakal melibatkan biro – biro perjalanan dalam setiap eventnya. Pada September mendatang, Dispar juga bakal menggelar Gunungkidul Tourism Fest (GTF) yang meliputi pameran produk – produk lokal unggulan dan atraksi kebudayaan.
Aris Sugiantoro, Kasubag, Koordinator Objek dan Daya Tarik Wisata Dispar Gunungkidul, menambahkan akan berupaya semaksimal mungkin mengejar target PAD dalam enam bulan kedepan.
“Melalui berbagai program yang sudah berjalan maupun yang sedang direncakan, diharapkan target PAD tahun 2024 dapat terlampaui,” singkatnya.