Wonosari,(suaragunungkidul.net) — Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul menggelar pelatihan bagi petugas lapangan dengan tema “Pelayanan Prima Untuk Efektivitas Kerja”. Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari masing-masing petugas pungut Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) seluruh Gunungkidul.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Nur Sulistyowati, memberikan motivasi dan semangat kepada para petugas lapangan. Ia menekankan bahwa hasil kerja keras petugas lapangan dapat membahagiakan ribuan masyarakat Gunungkidul melalui dana yang dikumpulkan untuk kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus bersyukur, karena hasil kerja keras kita mampu membahagiakan ratusan ribu warga Gunungkidul. Karena dana yang kita kumpulkan mampu mensenjahterakan warga untuk pengobatan gratis, sekolah gratis, menyantuni orang tidak mampu, membangun insfratruktur dan lain sebagainya,” ujar Nur Sulustyowati, Selasa (17/06/2025) dihadapan para peserta pelatihan.
Nur Sulistyowati juga memberi contoh karakter masyarakat yang berbeda-beda dan latar pendidikan yang tidak sama, sehingga menjadi beban berat dan resiko petugas di lapangan. Namun, ia menekankan bahwa semua harus dilayani dengan baik.
“Meskipun beresiko namun kita harus ikhlas, memang karakter pengunjung kita tidak bisa memilih. Karena tidak mungkin saat mau berwisata kita tanya dulu, statusnya gemana, pendidikanya apa, jelakuanya bagaimana. Apalagi dengan kemajuan digital saat ini, semua serba canggih salah dikit diviralkan, agar hati kita tenang dan bahagia saat bekerja harus disyukuri karena hasil kerja keras kita untuk membahagiakan banyak orang,” imbuhnya.
Dispar Gunungkidul menghadirkan pembicara dari berbagai unsur, termasuk Kejaksaan, Kepolisian, TNI, dan OPD lain, untuk memberikan pemahaman tentang aturan hukum dan batas-batas kerja kepada petugas lapangan.
Ka Sub Koordinator Subtansi Obyek dan Daya Tarik Wisata, Aris Sugiyantoro, menekankan tanggung jawab petugas lapangan, termasuk menjaga kesehatan, mengikuti peraturan, dan memberikan laporan yang tertib. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan prima dan efektivitas kerja petugas lapangan.
“Harapanya saya, dengan pelatihan ini petugas bisa memahami aturan hukum, memberikan pelayanan yang baik dan tetap sabar menghadapi prilaku pengunjung dari berbagai karakter,” singkat Aris.