Gunungkidul, (suaragunungkidul.net) – Dinas Pariwisata Gunungkidul merespons keluhan wisatawan yang menjadi viral di media sosial terkait dugaan pungutan liar di kawasan pantai. Kepala Bidang Pengembangan Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supriyana, menyesalkan kejadian tersebut karena merugikan pengunjung dan mencoreng citra pariwisata Gunungkidul.
“Pemkab Gunungkidul memiliki komitmen untuk menegakkan prinsip pelayanan pariwisata yang aman dan nyaman, bebas pungutan liar di seluruh destinasi wisata,” ujar Supriyana.
Dinas Pariwisata bersama instansi terkait akan segera melakukan klarifikasi lapangan untuk memastikan kebenaran informasi dan mengambil langkah penertiban jika ditemukan pelanggaran.
“Kami menghimbau pengunjung untuk memanfaatkan Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) resmi dan melaporkan kepada petugas berwenang jika menemukan pungutan tak resmi,” tambahnya.
Supriyana berjanji meningkatkan pengawasan terpadu di titik-titik wisata rawan dan memperkuat koordinasi dengan Pokdarwis serta pelaku wisata agar praktik serupa tidak terulang.
“Terima kasih atas kepedulian masyarakat dan wisatawan membantu menjaga keindahan serta reputasi pariwisata Gunungkidul,” tutupnya.
Dapat kami sampaikan, tanggapan Dinas Pariwisata bermula saat seorang wiasatawan, yang berwisata dengan rombongan kecil. Wisatawan tersebut mengeluhkan dugaan pungutan liar (Pungli) oleh oknum dikawasan masuk pantai Gunungkidul. Keluhan yang diunggah di media sosial langsung menjadi perbincangan hangat dikalangan warganet.
Dalam postingannya, wisatawan tersebut meceritakan bahwa setelah melewati pantai pertama tanpa masalah. Rombongan dicegat saat akan masuk ke TPR (Tempat Pemungutan Retribusi) menuju pantai ke dua. Beberapa orang meminta uang Rp 200 ribu dengan alasan akan memandu bus ke area parkir, karena ada “Event Besar” yang membuat jalan sulit diakses.
Setelah negosiasi, kesepakatan turun menjadi Rp 150 ribu, namun setibanya dilokasi tidak ada acara apapun dan akses jalan ternyata lancar. “Kenapa tidak dari awal jujur saja menawarkan jasa pemandu tanpa alasan yang dibuat – buat,” tulis wisatawan itu. Ia menambahkan “Keindahan pantai Gunungkidul tercoreng karena ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab,” tulisnya lagi.