Semanu,(Suara-News.net)—Dinas Kesehatan Gunungkidul bergerak cepat, setelah mendapat informasi ada warga yang mengalami luka mirip antraks, segera memerintahkan petugas untuk mengambik sampel darahnya, dua warga Kapanewon Semanu yang tubuhnya mengalami luka diduga penyebabnya adalah antraks dan kemudian diambil sampel darahnya.
Kepada Waratawan Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawati menjelaskan apabila petugas telah mengambil sampel daranhya dan langsung di bawa ke laboratorium untuk memastikan jenis penyakit keduanya.
” Setelah mendapat informasi kami perintahkan petugas untuk mengambil sampel darah dan langsung di bawa ke laboratorium, namun hasilnya belum keluar,”jelasnya, Jumat,13/07/2023.
Sebelum mengambil sempel dua orang yang mengalami luka diduga karena antraks, Dinas Kesehatan Gunungkidul terlebih dahulu mengambil sanpel darah dari warga Kalurahan Candirejo, karena kalurahan tersebut terdapat banyak hewan ternak yang mati karena antraks. Selain hewan piaraan, ada pula satu warga setempat yang meninggal juga beberapa warga yang di rawat di rumah sakit akibat penyakit antraks.
Dewi Irawati menambahkan, pihaknya terus bergerak untuk menelusuri terhadap warga masyarakat yang berhubungan dengan kasus yang terjadi di Padukuhan Jati Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu, apakah kedua orang tersebut terkait atau ada hubunganya dengan warga di padukuhan Jati.
” Kami terus menelusuri kenapa kedua orang tersebut memiliki gejala antraks,” tambahnya.
Sementara Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, saat dihubungi terpisah sudah merekomendasikan Bupati untuk menetapkan status KLB antraks, Agar bisa menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
Selain untuk antraks bisa juga digunakan untuk penyakit ternak lainnya seperti Lumpy Skin Disease (LSD) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
” Kita sudah merekomendasikan Bupati untuk status KLB antraks sehingga anggaran BTT bisa digunakan, juga untuk sosialisasi ke masyarakat,” Ujar Endah.
Endah juga mendorong agar Pemkab Gunungkidul, bergerak cepat dan sistematis, apalagi Gunungkidul termasuk gudang ternak. DPRD Gunungkidul memberikan rekomendasi salah satunya terkait antraks pada Selasa, 18 Juli 2023.
“Pemkab harus bergerak cepat, terutama KLB antraks, karena masyarakat sangat bergantung pada sektor peternakan,” tutupnya.