Karangmojo, (suaragunungkidul.net) — Toko Bumkalma Makmur mengalami kerugian berulang akibat pendapatan yang tidak seimbang dengan biaya operasional dan kredit macet. Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pembahasan kondisi keuangan Toko Bumkalma Makmur yang digelar di Kantor Bumkalma Makmur, Senin siang, (24/11/2025).
Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Karangmojo, Ngateno, S.Sos, menekankan pentingnya pengelolaan manajerial yang lebih disiplin dan terstruktur.
“Bumkalma harus kembali pada prinsip pengelolaan yang efektif dan transparan. Ketika operasional tidak sejalan dengan pendapatan, perlu ada evaluasi mendalam terhadap strategi bisnis, harga jual, dan efisiensi biaya,” ujar Ngateno.
Rakor ini menghasilkan beberapa solusi, seperti penataan ulang sistem pembelian barang, peningkatan promosi, evaluasi pegawai, dan restrukturisasi pinjaman bermasalah. Pengurus juga mengusulkan penguatan teknologi seperti sistem pencatatan digital untuk meningkatkan akurasi laporan.
Dengan kesepakatan bersama antara pimpinan, pengurus, dan pemangku kepentingan lain, Bumkalma Makmur diharapkan mampu bangkit dari permasalahan yang ada dan memperbaiki kualitas layanan kepada anggotanya.