Tanjungsari,(Suara-Nesw.net)—–Pengunjung pariwisata turun dratis mengakhiri tutup tahun 2022 dan mengawali tahun 2023, hasil pantauan di lapangan berdasarkan aktifitas jalan di beberapa titik wilayah Gunungkdul tidak tampak adanya kepadatan mobil ataupun motor, semua landai dan terkesan biasa saja seperti hari – hari biasa.
Kondisi tersebut juga diakui oleh beberapa koordinator petugas pemungutan retribusi yang juga merasa aneh akhir tahun dan awal tahun tidak seperti tahun – tahun sebelumnya yang dipadati mobil atau motor sehingga mengakibatkan jalan – jalan menuju kawasan pantai lumpuh total hingga petugas harus menutup sebagian jalan untuk membuat rute satu arah.
Koordinator Pemungutan Retribusi Pantai Wedi Ombo Warijo misalnya, mengaku jika penurunan pengunjung pantai di akhir dan awal tahun 2022 dan 2023 mencapai 30 – 40%, disinggung penyebab dari penurunan pengunjung Warijo lebih jauh tidak mampu memberi penjelasan.
“Turun dratis mas, penurunan mencapai 30 – 40%, dari tahun – tahun sebelumnya,”ujarnya.
Sementara ditemui terpisah Koordinator pos retribusi pantai Baron Sumarjo menjawab hal yang sama, ia mengaku apabila jumlah pengunjung di akhir tahun 2022 dan awal tahun 2023 mengalami penurunan, namun ia tidak berani menjelaskan berapa persen penurunan pengunjung untuk tahun ini.
Saat Dimintai pendapat adanya petugas uji petik yang disiagakan oleh Pemkab Gunungkidul di 4 Tempat Pemungutan Retribusi (TPR ) Sumarjo yang didampingi oleh petugas lain mengaku tidak paham, ia hanya menyayangkan petugas uji petik yang menhitung jumlah pengunjung berdasarkan kursi bukan berdasarkan penumpang sehingga para petugas dilapangan bingung menyikapi hal tersebut.
“Turun mas, hingga laporan sore ini,01/01/2023 pengunjung yang masuk melalui retribusi pantai Baron hanya 3200 orang, soal petugas uji petik kami tidak tau, namun kami hanya menyanyangkan petugas uji petik yang menulis data berdasarkan kursi buka penumpang sehingga kami kebingungan mengikuti hal ini,” jelasnya.
Wakil ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul Heri Nugroho dimintai pendapatnya terkait penurunan pengunjung kawasan pantai karena adanya uji petik mengakibatkan para supir bus enggan membawa pengunjung ke kawasan pantai di Gunungkidul saat akhir tahun dan awal tahun baru 2023 dengan tegas membantahnya, menurutnya adanya uji petik tidak ada kaitanya dengan supir bus tidak mau membawa masuk pengunjung ke kawasan pantai karena antara pantai dan toko oleh – oleh berbeda.
“Saya kira bukan itu kok, karena saya masih punya pikiran bahwa bus itu manut pengunjung mau kemana, tapi kalo urusan fee tidak ada hubungannya, lokasi tujuan wisata berbeda dgn lokasi oleh – oleh (pengaruh sopir),” ujarnya.
Disinggung lebih jauh apa kira – kira penyebab menurunya pengunjung di akhir tahun dan awal tahun 2023, Heri tidak memberi penjelasan lebih kongrit ketua DPD Golkar Gunungkidul tersebut hanya singkat menjelaskan apabila penurunan pengunjung tidak ada kaitan dengan langkah pemerintah Kabupaten Gunungkidul menerjunkan tim uji petik.
“Yang pasti pengunjung pariwisata di tentukan oleh pengunjung bukan supir bus, akan tetapi toko oleh – oleh ditentukan oleh supir,” pungkasnya.